Eskavasi ke 3 di Situs Pendem Kota Batu, Ditemukan Sumuran

Reporter

Irsya Richa

17 - Feb - 2020, 04:14

Beberapa petugas saat melakukan penggalian di situs di kawasan Desa Pendem, Kecamatan Junrejo. (Foto: istimewa)

Untuk ketiga kalinya ekskavasi atau penggalian situs di kawasan Desa Pendem, Kecamatan Junrejo masih belum berakhir. Kali ini Tim Arkeolog Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Trowulan Jawa Timur berhasil menemukan artefak kuno di situs penggalian tersebut.

Penggalian ketiga itu berhasil menemukan sumuran di tengah situs Pendem. Dengan ditemukannya sumuran di sana, menguatkan prediksi bahwa situs Pendem merupakan peninggalan dari kerajaan Mataram Kuno abad 9.

“Penemuan itu mengacu dari stuktur batu bata yang tebal dan letaknya yang dekat prasasti Sangguran,” kata Arkeolog BPCB Trowulan Jatim, Wicaksono Dwi Nugroho.

Penemuan sumuran tepat di tengah situs Pendem berbentuk segi empat itu berukuran lebar dan tinggi 210 centimeter x 210 centimeter, dan tebal 9 centimeter pada Sabtu (15/2/2020) sore lalu. Dengan kedalaman 12 sap, ditambah penataan batu bata.

Selain itu beberapa saat lalu juga diperkuat dengan temuan yoni yang masih tersimpan sekitar 10 meter dari lokasi yang diduga candi. Situs kuno tersebut diperkirakan merupakan bangunan Batur atau Mandapa Pra Majapahit.

Dengan penemuan itu, berkaitan erat dengan prasasti Sangguran yang saat ini berada di Scotlandia di Lord Minto yang dihadiahkan oleh Raffles selaku gubernur Hindia saat itu. Mengingat prasasti Sangguran letaknya juga tak jauh dari situs Pendem.

“Ini juga bisa menguak banyak kisah sejarah di Kota Batu. sebab dalam prasasti Sangguran disebutkan adanya tempat suci. Kemungkinan besar yang disebut dalam prasasti itu adalah candi ini,” tuturnya.

Dengan penemuan dalam ekskavasi ketiga ini, pihaknya melakukan penutup yang melingkari situs Pendem. Dengan penggalian situs Pendem mencapai 7,5 meter x 7,5 meter.

“Ekskavasi ini sudah kamu lakukan sejak Rabu (12/2/2020) lalu. Selanjutnya kami agendakan audiensi dengan Wali Kota Batu untuk mempresentasikan hasil yang ditemukan,” paparnya.

Sehingga dengan adanya audiensi mendatang, ada ada tindak lanjut dari Pemkot Batu. Sebab ini merupakan penemuan cagar budaya yang penting.