Bantah Jadi "Tukang Sunat", Ketua Panwascam Pakel Sampaikan Klarifikasi Pengadaan Seragam Staf
Reporter
Anang Basso
Editor
Yunan Helmy
19 - Mar - 2019, 10:53
Merasa tak pernah melakukan pemotongan dana honor (menyunat), Ketua Panwascam Pakel Malik Setyawan memberikan klarifikasinya ke media. Dalam surat pernyataan yang dibuat oleh tiga staf Panwascam (teknis dan pendukung) serta ditandatangani oleh 3 komisioner Panwascam serta tiga staf lainnya, Malik meminta hak jawab atas pemberitaan sebelumnya yang berjudul "Jadi "Tukang Sunat" Ketua Panwascam Pakel Diadukan Staf kee JAMPPI".
"Mengklarifikasi pemberitaan hari ini tentang tuduhan pemotongan honor atau "penyunatan" honor staf sekretariat oleh ketua Panwascam Pakel adalah tidak benar dan merugikan secara personal ketua Panwascam Pakel," kata Malik Selasa (19/03) melalui pesan WhatsAppnya
Dalam surat pernyataan yang diterima media online ini, poin pertama menjelaskan jika staf teknis dan pendukung tidak pernah mengadu ke JAMPPI seperti yang diberitakan.
Kemudian, tentang judul berita yang menggambarkan jika ketua Panwascam Pakel diadukan ke JAMPPI juga dianggap tidak benar dan tidak sesuai dengan kondisi.
Pada poin ketiga, pengadaan seragam bukan merupakan perintah atau inisiatif dari ketua Panwascam Pakel, namun merupakan hasil musyawarah antara komisioner dan sekretariat Panwascam Pakel. Sedangkan pengadaan seragam dibebankan pada masing-masing dan dikoordinasi oleh salah satu staf teknis.
Dan Senin (18/03) kemarin, telah ada keputusan untuk pengadaan seragam oleh masing-masing untuk menghindari kesalahpahaman. Kemudian juga diterangkan pada poin berikutnya dalam surat pernyataan itu jika Ketua Panwascam Pakel Malik Setyawan tidak pernah melakukan pemotongan/penyunatan honor, baik terhadap staf teknis atau staf pendukung seperti yang ditulis dalam pemberitaan.
Yang terjadi adalah honor masing-masing langsung masuk ke rekening staf dan secara hirarki keberadaan staf berada di bawah kesekretariatan, bukan ketua Panwascam.
Surat penataan tersebut dibuat oleh tiga orang staf. Yaitu Olimpia Rizki Dewi, Mardian Dwi Cahyo, dan Ana Nur Lailin dengan tanda tangan basah di atas materai.
Bantahan yang dilakukan oleh ketua Panwascam Pakel ini juga sebelumnya telah disampaikan dalam berita yang dimaksud. Melalui Koordinator Divisi Sumber Daya Manusia Suyitno Arman saat dihubungi membenarkan jika masalah itu telah diklarifikasi ke sekretariat Panwascam Pakel.
"Sudah saya minta sekretariat untuk klarifikasi dan ada miskomunikasi. Sebenarnya bukan pemotongan karena honor langsung ditransfer ke rekening individu masing-masing. Cuma masing-masing karyawan pingin ada seragam karena tidak ada seragam dari kantor," jelas Arman Selasa (19/03) pagi
Oleh karena tidak ada jatah seragam dari kantor, Panwascam berinisiatif mengoordinasi pengadaan seragam tersebut. "Akhirnya dikoordinasi oleh Panwascam. Tapi kemarin sudah kita minta untuk tidak usah ada koordinir pembelian seragam. Silakan jika ingin masing-masing individu beli beli sendiri sesuai tempat dan pilihan mereka sendiri," pungkasnya.
