Di Tulungagung, Tiga Nama "Bledeg" Ini Dikenal Turun Temurun, Mau Tau..??
Reporter
Anang Basso
Editor
Heryanto
06 - Jan - 2019, 02:47
Petir atau halilintar di dalam bahasa atau istilah Jawa disebut Bledeg.
Petir menurut pengetahuan modern adalah aliran listrik tengangan tinggi yang tercipta karena pergesekan awan sehingga menghasilkan muatan listrik positif.
Jika petir menyambar ke obyek yang ada di bumi artinya aliran listrik tegangan tinggi itu masuk ke bumi yang bermuatan negatif.
Petir masuk ke tanah baik langsung menyambar ke tanah maupun melalaui media lain seperti pohon dan benda lainnya yang menempel diatas tanah bahkan manusia.
Di Jawa atau khususnya di Tulungagung, petir atau disebut Bledeg mempunyai cerita sendiri, Bledeg menurut orang Jawa mempunyai bebrapa jenis dan nama sesuai tiga karakter berikut
1. Bledeg Paju
Bledeg ini disebut Paju karena jika menyambar pohon maka akibatnya pohon mengalami kerusakan seperti di cacah bahkan terbelah dan pohon mati dalam beberapa waktu kemudian.
Bledeg ini sering datang saat menjelang air hujan jatuh ke bumi
2. Bledeg Wedang
Karakter Bledeg ini menurut orang Tulungagung, Bledeg yang jika menyambar pohon maka akibatnya pohon menjadi layu seperti halnya pohon yang disiram air mendidih.
Biasanya jika mengenai pohon, bukan satu pohon saja yang akan mati layu, namun pohon disekitarnya juga mengalami hal yang sama
3. Bledeg Geni (Api)
Karakter dari Bledeg ini mengeluarkan api dan jika menyambar pohon maka akibatnya pohon akan langsung terbakar dan api berkobar di atas pohon maka pohon akan langung mati berdiri.
Menurut pemahaman yang masih banyak di yakini, Bledeg yang ada ini berwujud Naga.
Ada yang berwarna putih bercahaya konon namanya Gundala seta dan Naga berwarna merah namanya Gundala ireng (hitam)
Nama petir atau Bledeg ini masih menjadi kepercayaan turun temurun.
Di zaman modern orang menciptakan penangkal petir supaya petir bisa disalurkan ke tanah melui media yang disiapkan agar tidak menggangu yang ada disekitarnya.
