Bukit Jamur, Kisah Sukses Jamur Tiram Asal Blitar Milik Ahmad Sulton

Reporter

Aunur Rofiq

Editor

A Yahya

13 - Oct - 2018, 03:33

Ahmad Sulton menunjukkan jamur hasil produksinya.(Foto : Team BlitarTIMES)

Satu lagi bisnis budi daya pertanian yang sangat menggiurkan, yakni bisnis jamur tiram. Bisnis ini memiliki prospek yang sangat cerah. Salah seorang yang sukses menggeluti usaha jamur tiram adalah Ahmad Sulton (43). Pria asal  Desa Sumberjo, Kecamatan Kademangan, Kabupaten Blitar itu sukses mengembangkan budi daya jamur di area perbukitan yang kering dan tandus.

Mengawali kiprahnya sejak 2012 silam, pemilik perusahaan “Bukit Jamur” ini merupakan salah seorang pengusaha yang sukses mengembangkan budi daya jamur. Berawal dari coba-coba dan himpitan ekonomi yang melanda,  Ahmad mengawali budidaya jamur tiram setelah usaha ayam petelurnya mengalami kebangkrutan.

Belajar dari salah seorang temannya yang sudah lebih dahulu menggeluti usaha ini, Ahmad memulai usahanya dengan modal 700 bakgog/ media jamur buatan sendiri, dengan hasil panen 3-5 Kg per hari. Dengan semangat dan keuletan beliau yakin bahwa usaha yang ditekuninya akan sukses.

“Dulu nyoba bikin sendiri itu berhasil, akhirnya mau ndak mau kan ya harus dibesarkan. Jadi saya tiap harinya bikin 200 baglog, ya karena modalnya hutang perbankan itu tadi mas jadi mau gak mau harus kerja keras muter modal itu tadi,” ucap Sulton kepada BLITARTIMES, Jumat (12/10/2018).

Berbekal kreativitas dan keuletan usaha yang digelutinya usaha jamur tiram miliknya terus berkembang pesat. Dengan bantuan mesin press flying saat ini  Sulton dapat memproduksi sekitar 2100 media baglog per hari. Baklog hasil produksinya tersebut dibudidayakan sendiri dan sebagian ada juga yang dijual dengan harga Rp.2400 per baglognya, selain itu Bukit Jamur juga memproduksi bibit sendiri dengan harga Rp. 6000 per botol. Saat ini, bapak dari empat orang anak ini memperoleh omset Rp. 30 juta per bulan

Untuk memenuhi permintaan jamur yang terus meningkat di pasaran, Sulton saat ini dibantu oleh 12 karyawan dari kalangan ibu-ibu dan para remaja sekitar tempat tinggalnya. Mereka membantu proses produksi dan panen.

Berkat ketekunannya, Sulton terpilih menjadi ketua Petani Jamur Nusantara, lembaga yang menjadi sarana untuk sharing pengetahuan tentang jamur serta mempererat jaringan bagi para petani jamur se-Indonesia.

Bukit Jamur milik Ahmad sendiri membudidayakan 3 jenis jamur yaitu jamur tiram, jamur tiram coklat dan jamur kuping. Harga per kilonya jamur tiram mencapai Rp. 10.000, sedangkan jamur tiram coklat dan jamur kuping mencapai Rp 16.000 di pasaran. 

Menghadapi musim kemarau seperti ini produksi jamur memang agak menurun. Akan tetapi Bukit Jamur memiliki strategi tersendiri “Jadi kita agak mengurangi produksi baglog, kalo jamurnya tidak tumbuh kan masa suburnya jamur itu juga agak lama jadi agak memperkecil produksi, mengingat biaya produsi juga tidak sedikit,” pungkasnya.