Tofik Sukendar Gantikan Yong Ferrydjon Pimpin Polres Tulungagung

19 - Jan - 2018, 12:14

Kapolsek dan Kasat di bawah Polres Tulungagung tarik kereta kencana yang membawa Kapolres Lama, AKBP Yong Ferrydjon (foto: Joko Pramono/ TulungagungTIMES)

Pucuk pimpinan Polres Tulungagung berganti. Setelah dilakukan serah terima jabatan di Polda Jatim pada Senin (14/1) lalu, hari ini (Kamis, 18/1) dilakukan kegiatan Pedang Pora di Mapolres Tulungagung. AKBP Yong Ferrydjon digantikan oleh AKBP Tofik Sukendar. 

Kapolres Tulungagung lama, AKBP. Yong Ferrydjon mejabat jabatan baru di Polda Sulbar sebagai Wadirlantas, sedang kapolres baru jabatan lama sebagai Kapolres Sampang. 

Dalam kata-kata perpisahannya, AKBP. Yong Ferrydjon mohon pamit kepada seluruh masyarakat Tulungagung dan anggota Polres Tulungagung. Masih ada beberapa keinginan ya yang masih belum terlaksana di kota marmer ini. Termasuk peletakan pertama gedung baru Polres Tulungagung yang rencananya akan mulai dibangun pada Maret mendatang. 

"Yang belum sempat saya laksanakan ialah peletakan batu pertama pembangunan gedung Mapolres," ujar Yong, panggilan akrabnya.

Selain pembangunan gedung, cita-citanya untuk membangun perumahan bagi polisi di Kabupaten Tulungagung belum terlaksana, dirinya sudah harus menjalankan tugas di tempat yang baru.

"Perumahan bagi polisi belum terlaksana, lahan belum kita dapatkan saya harus menjalankan tugas di tempat yang baru," tandas Yong.

Sementara itu kapolres baru yang disambut dengan budaya Pedang Pora, akan melanjutkan program yang belum sempat dijalankan oleh kapolres terdahulu. 

"Kita akan lanjutkan kerja dari kapolres lama," ungkap AKBP. Tofik Sukendar.

Tofik, panggilan akrabnya di hari pertama sebagai kapolres mengimbau kepada seluruh mayarakat Tulungagung untuk menjaga kondusifitas, apalagi saat ini Tulungagung memasuki tahun politik. 

"Masyarakat Tulungagung saya harapkan menjaga kondusivitas di tahun politik ini," ujar Tofik.

Dirinya juga mengimbau kepada seluruh anggota Polres Tulungagung agar bersikap netral dalam pilkada tahun ini. Jika kedapatan tidak netral, maka dirinya tidak segan untuk memberikan sanksi.

"Jika ada anggota kami terindikasi melakukan kegiatan politik akan kami berikan sanksi yang tegas," papar Tofik pada awak media.

Terkahir, untuk mencegah terjadinya black campaign atau kampanye hitam, pihaknya sudah menyiapkan pasukan siber yang siap berpatroli siber setiap saat. Bahkan sudah ada beberapa anggota yang dikirim untuk menjalani pelatihan sebagai pasukan siber ke Mabes Polri.

"Kita sudah siapkan personil untuk pasukan siber, dan ada beberapa personel yang kita kirim ke mabes untuk pelatihan sebagai polisi siber," tandas Tofik.

Kegiatan hari ini diakhiri dengan mengantar kapolres lama secara simbolis keluar dari Mapolres Tulungagung dengan mengendarai kereta kencana yang ditarik oleh seluruh kapolsek di bawah lingkup kerja Polres Tulungagung.