Sikapi Kasus Siswa SD Keracunan Minuman di Tulungagung, Berikut Klarifikasi Resmi Manajemen Teh Botol Sosro
Reporter
Sahrul Hidayah
Editor
Heryanto
18 - Nov - 2017, 04:39
Kasus siswa Sekolah Dasar Negeri (SDN) 3 Kepatihan Tulungagung yang diduga keracuan teh botol Sosro direspons serius manajemen PT Sinar Sosro, produsen minuman tersebut.
Manajemen teh botol Sosro secara khusus mengklarifikasi kasus ini ke JatimTIMES, Jumat (17/11/2017).
Lewat email dan komunikasi langsung via telpon dengan JatimTIMES, manajemen teh botol Sosro meluruskan kabar yang berkembang bahwa 56 siswa yang diduga menjadi korban keracunan minuman tersebut bukan karena meminum teh botol sosro.
Para siswa ini tiba-tiba merasakan pusing, mual bahkan ada yang muntah bisa disebabkan lantaran mereka telat sarapan dan meminum terlalu banyak.
Hal ini dipastikan menjadi sumber penyebab peristiwa ini setelah pihak manajemen teh botol Sosro bertandang langsung ke Tulungagung dan meminta penjelasan dari RSUD Iskak, rumah sakit yang menangani langsung para korban.
“Kami sangat menyesalkan terjadinya peristiwa tersebut. Para siswa saat ini telah ditangani di RSUD Iskak serta Puskesmas Induk. Kami langsung menemui para siswa di RSUD Iskak dan Puskesmas Induk untuk memastikan kondisi mereka,” tulis menajamen dalam klarifikasinya yang dikirim langsung ke email redaksi JatimTIMES.
“Kami juga telah menemui pihak RSUD Iskak dan Puskesmas Induk untuk mendapat penjelasan bahwa keluhan tersebut dapat disebabkan oleh kondisi siswa yang belum sarapan dan sekaligus minum dalam jumlah banyak dan tidak bisa dinyatakan karena keracunan,” imbuhnya.
Namun, untuk memastikan penyebabnya, pihak Dinas Kesehatan Tulungagung sudah mengambil sampel makanan dan minuman dari lokasi sekolah termasuk muntahan siswa.
“Kami terus mendampingi para siswa dan memastikan seluruh siswa mendapat perawatan yang maksimal. Pada sore hari kemarin seluruh siswa sudah diizinkan pulang oleh pihak rumah sakit dan puskesmas,” tutupnya
Markekting Communication PT Sinar Sosro, Astrie Sibahari Pramesty saat dihubungi JatimTIMES, Jumat (17/11/2017) juga menegaskan hal yang sama. Kasus ini menjadi perhatian menajamen dengan datang langsung ke lokasi dan menemui para siswa.
“Untuk memastikan penyebab dari peristiwa ini kami memang secara khusus datang ke lokasi dan mendampingi para siswa dalam proses pengobatan,” jelasnya.
Seperti diberitakan, siswa yang diduga keracunan teh botol Sosro terus bertambah. Jika sebelumnya sekitar 43 siswa, kini jumlah itu meningkat menjadi sekitar 56 siswa. Rata-rata korban berasal dari kelas atas atau kelas 4 hingga 6.
"Ada sekitar 56 siswa yang menderita mual dan sakit perut, ," ujar Mulyaningsih, Kepala Sekolah SDN 3 Kepatihan.
Namun dirinya masih belum bisa menyimpulkan penyebab pasti mual serta sakit perut yang di derita oleh siswanya.
Pasalnya, dari sekitar 400 siswa yang meminum teh botol itu, hanya 56 siswa yang mengalami gejala mual dan sakit perut.
"Tadi semua siswa minum, namun hanya sekitar 56 yang yang mual dan sakit perut," imbuh wanita paruh baya itu.
