Berubah Nama Jadi Cafe Markas, YESS Cafe Kembali Beroperasi
Reporter
Joko Pramono
Editor
Heryanto
01 - Sep - 2017, 01:54
Sempat ditutup lantaran sajikan tari telanjang pada bulan Juni lalu, kini Yes Cafe telah beroperasi lagi.
Namun kini telah berganti nama menjadi cafe Markas. Hal ini seperti diungkapkan oleh Kabid Perijinan Non Usaha Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu atau DPM dan PTSP Tulungagung, Broto Susetyo.
Dirinya mengatakan sejak awal Agustus lalu pengelolaYESS Cafe mengajukan pendaftaran Tanda Daftar Usaha Pariwisata atau TDUP yang baru dengan nama caffe Markas .
Namun proses perizinannya baru selesai pada 23 agustus kemarin, sehingga saat ini sudah memiliki hak untuk beroperasi kembali.
"Manajemen YESS Cafe ajukan TDUP baru dengan nama Cafe Markas, sehingga bisa beroperasi kembali," ujarnya.
Broto menjelaskan hal ini tidak melanggar aturan, sebab pengelola caffe sudah memenuhi persayaratan yang diperlukan dalam pengurusan TDUP sesuai ketentuan yang ada. "Itu sudah sesuai aturan yang ada," jelas Broto lebih lanjut.
Broto menegaskan, jika pengelola kembali melakukan kesalahan yang sama dengan menyelenggarakan kegiatan diluar ketentuan seperti yang dilakukannya pada awal mei lalu, dengan mengijinkan pertunjukan erotis di dalam room, maka pihaknya tak segan menegakkan aturan yang ada.
"Kalau melanggar seperti yang 0pernah dilakukan ( tari erotis ), kuta akan tegas menutup usahanya," tandasnya dengan tegas.
Sementara itu menanggapi pembukaan kembali caffe ini, salah satu warga Kelurahan Kutoanyar Tulungagung, Joko Susanto menyesalkan pemberian ijin tersebut. Sebab keberadaan cafe yang beralamatkan di jalan Sukarno Hatta itu tidak memberikan dampak positif bagi lingkungan.
Bahkan temuan tari erotis pada Mei yang lalu, memberikan pandangan negatif terhadap lingkungan.
"Kenapa harus diizinkan lagi? Padahal lingkungan juga enggak merasakan manfaatnya," kata Joko.
Sementara itu berdasarkan pantauan reporter yang bertugas cafe Markas secara resmi beroperasi pada Sabtu 26 Agustus kemarin.
